Sunmi Buka Soal Berat Badannya 40 Kg Saat Promosi: "Tim Koreografer Takut Aku Pingsan"
Sunmi 40 Kg Saat Promosi - Standar Berat Badan K-Pop
Kalau kamu pekerja kantoran biasa, berat badan 40 kg mungkin terdengar biasa-biasa saja. Duduk di depan laptop, ngopi, scroll TikTok, selesai. Tapi bayangkan punya berat badan segitu sambil harus menari, bernyayi, dan menjalani jadwal promosi yang super padat selama berminggu-minggu. Bukan biasa lagi. Itu neraka.
Dan itulah yang Sunmi alami.
Sunmi Buka Suara Soal "Heroine" Era: 39-40 Kg dan Hampir Pingsan
Beberapa waktu lalu, Sunmi melakukan livestream yang isinya bukan gosip atau behind-the-scene lucu-lucu. Dia membuka sesuatu yang personal dan cukup mengagetkan. Saat membahas era promosi lagu "Heroine" di tahun 2018, Sunmi mengaku bahwa berat badannya saat itu hanya sekitar 39-40 kg.
Angka itu sendiri bukan hal baru di industri K-Pop. Banyak idola yang angkat soal berat badan 30-40 kg seperti itu hal yang wajar, bahkan kadang dibang-banggakan. Tapi yang jarang dibahas - dan yang akhirnya Sunmi ceritakan - adalah bagaimana rasanya hidup di angka itu sambil bekerja tanpa henti.
Sunmi bilang, dia hampir tidak punya tenaga sama sekali selama jadwal promosi. Koreografer dan tim menarinya sampai khawatir dia akan pingsan di panggung. Dia ingat betapa lemahnya dia sampai harus duduk di kursi, terlalu lemah untuk bahkan sekadar ngobrol dengan orang di sebelah.
Satu-satunya hal yang membuatnya bertahan? Teriakan fans.
"Dengar fanchant Miyane bikin aku nangis. Dengar sorakan dan fanchant itu yang bikin aku kuat buat terus perform. Serius. Sungguh."
Kalimat itu sederhana, tapi kalau dipikir-pikir lagi, rasanya berat. Bayangkan kamu di titik terlemah secara fisik, tubuhmu sudah menyerah, tapi kamu tetap naik ke panggung karena suara orang-orang yang menyukaimu. Manis? Iya. Tapi juga menyedihkan.
Reaksi Netizen: Antara Harus dan Marah
Begitu cerita ini menyebar di media sosial, reaksinya campuran. Ada yang langsung merasa sedih dan ingat masa-masa dulu saat mereka sudah khawatir melihat Sunmi tampak sangat kurus di panggung.
Banyak fans yang bilang mereka sudah merasa ada yang tidak beres saat itu, tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang, mendengar Sunmi sendiri mengonfirmasi bahwa dia benar-benar di titik terendah secara fisik, semua kekhawatiran itu terasa valid.
Tapi di sisi lain, ada juga rasa frustrasi yang cukup besar. Bukan ke Sunmi - ke sistem.
Banyak yang bertanya-tanya: apakah ini masih terjadi sekarang? Apakah idola-idola yang aktif saat ini juga mengalami hal yang sama, tapi belum berani bicara? Ada yang bahkan berkalau dalam 10 tahun ke depan, kita akan mendengar cerita serupa dari idola generasi sekarang.
Dan yang paling mengganggu: setiap kali fans mencoba angkat isu ini, respons yang sering muncul dari berbagai pihak adalah "dia sehat kok, jangan khawatir." Padahal, kekurangan gizi dan diet ekstrem punya dampak jangka panjang pada metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan. Ini bukan soal "terlihat kurus tapi sehat." Ini soal standar industri yang memaksa seseorang untuk berada di berat badan yang tidak realistis.
Satu hal yang juga patut dipertanyakan: kalau pekerjaanmu menuntut stamina dan energi tinggi - menari, bernyanyi, tampil berjam-jam - kenapa justru kamu disuruh menjalani diet yang menghabiskan tenagamu sendiri?
Standar Kecantikan K-Pop: Masalah Lama yang Belum Kunjung Selesai
Ini bukan berita baru. Standar kecantikan di industri K-Pop sudah lama jadi perdebatan. Tapi cerita Sunmi mengingatkan kita bahwa di balik semua itu ada manusia nyata yang harus menanggung konsekuensinya.
Bukan cuma soal "terlihat bagus di kamera." Ini soal tubuh yang tidak punya cukup energi untuk menjalani hari, soal tim yang khawatir anggotanya pingsan, soal fans yang menangis di depan layar karena merasa tidak berdaya.
Sunmi berani bicara soal ini sekarang. Itu langkah yang bagus. Tapi pertanyaannya tetap sama: apakah industri ini benar-benar berubah, atau kita hanya menunggu cerita serupa terulang lagi?
---
Opini Seola:
Seola nggak mau terkesan menggurui, tapi ini perlu dikataiin: cerita kayak gini seharusnya nggak jadi "anekdot yang menyentuh." Ini seharusnya jadi alarm. Kalau seorang artis selevel Sunmi akhirnya buka suara dan bilang "aku hampir nggak kuat," itu artinya ada ratusan idola lain yang mungkin mengalami hal serupa tapi nggak punya platform atau keberanian untuk ngomong.
Fans peduli. Fans khawatir. Dan nggak ada salahnya industri dengerin.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0