LE SSERAFIM ‘Boompala’: Sampel Macarena yang Viral, Tapi Kok Bikin Netizen Bingung?

LE SSERAFIM "Boompala" - Reaksi Fans yang Beda 180 Derajat

May 23, 2026 - 23:06
 0  2
[enter-talk] HOW DID YOU FIND LE SSERAFIM'S 'BOOMPALA'? - Photo 2
2 / 2

[enter-talk] HOW DID YOU FIND LE SSERAFIM'S 'BOOMPALA'? - Photo 2

Kalau kamu baru denger lagu terbaru LE SSERAFIM berjudul “Boompala”, jangan langsung bilang “mantap” atau “jijik” dulu. Karena, setelah denger full track, banyak yang malah bertanya-tanya: “Itu tadi apaan sih?”

Lagu ini memang punya elemen yang bikin mata loncat-sampel dari Macarena yang ikonik, beat yang catchy, dan tentu saja, frasa “Boompala” yang berulang terus-menerus. Tapi justru di situ letak masalahnya: apa sih maksud dari lagu ini?

Di SeoulSource, kami selalu buka mata lebar soal inovasi konsep dan eksperimen musik di industri K-pop. Namun, dengan “Boompala”, muncul pertanyaan besar: apakah ini lagu yang dibuat untuk viral, atau memang kurang matang secara kreatif?

Berikut ulasan lengkap dari mimin, Seola, setelah dengerin lagu ini berkali-kali (ya, sengaja dengerin buat analisis, bukan karena suka-meski ada bagian yang bikin kaki bergoyang).

---

Apa Itu ‘Boompala’? Dan Kenapa Macarena?

Jujur, saat pertama denger intro-nya, mimin langsung teringat Macarena-lagu 90-an yang pernah bikin seluruh dunia tari di tempat. LE SSERAFIM memang sengaja menggunakan sampel dari lagu tersebut, tapi bukan cuma dipakai sebagai elemen latar. Mereka membentuk ulang melodi tersebut dengan sentuhan hip-hop dan elemen EDM yang kental.

Masalahnya, sampel itu terlalu dominan-sampai-sampai kadang kamu lupa ini lagu LE SSERAFIM, bukan remix Macarena versi 2026.

Dan kalau kamu berpikir “Boompala” itu cuma onomatope atau suara efek, salah besar. Frasa itu menjadi chorus utama, diulang-ulang dengan variasi rap dan ad-libs. Tapi… apakah itu cukup buat jadi hook yang memorable?

---

Reaksi Netizen: Dari Bingung Sampai Frustrasi

Setelah rilis, “Boompala” langsung jadi perbincangan di X (Twitter), TikTok, dan forum K-pop. Tapi, tidak semua reaksi positif.

Berikut beberapa opini yang paling sering muncul:

  • “Mereka cuma bilang ‘Boompala’ terus, lalu lagu selesai… Rasanya seperti ada yang kurang.”

Banyak yang merasa chorus terlalu repetitif tanpa ada melodic climax atau bagian yang bikin ingat lagu ini. Bukan cuma “Boompala”, tapi cara penyampaian-nya yang mirip rap juga bikin beberapa pendengar bingung: “Ini lagu tari atau lagu rap?”

  • “ILLIT bisa viral dengan konsep unik, tapi LE SSERAFIM pakai jalan yang sama-tapi gak se-impact.”

Beberapa netizen membandingkan dengan debut ILLIT yang sukses berkat konsep “anti-diva” dan lagu “Magnetic” yang punya vibe unik. Sementara “Boompala”, meski catchy, terasa kurang punya identitas kuat.

  • “Pann-hate = success? Jangan harap LE SSERAFIM bisa blow up cuma karena kontroversi.”

Ada jargon di komunitas K-pop: kalau lagu dibenci tapi viral, itu malah jadi keuntungan. Tapi mimin rasa, ini tidak selalu berlaku. Karena, kalau lagu terlalu membosankan atau tidak punya nilai artistik, hate-nya malah jadi “hate tanpa alasan”-yang artinya, tidak ada yang ingat.

  • “Tahun ini LE SSERAFIM kayaknya lagi cari-cari identitas.”

Setelah “Perfect Night” yang sukses di 2024, fans berharap ada kemajuan. Tapi “Boompala” malah terasa seperti kembali ke zona nyaman-catchy, tapi tidak berani.

---

Apakah ‘Boompala’ Gagal? Atau Hanya Terlalu Dulu Dinilai?

Mimin tidak akan bilang “Boompala” itu lagu buruk. Sebagai eksperimen, ini cukup berani-menggabungkan nostalgia 90-an dengan genre kontemporer. Tapi, sebagai title track dari grup selevel LE SSERAFIM, ini terasa… kurang ambisius.

Kelebihan:

  • Catchy di telinga pertama
  • Cocok buat konten TikTok dan short-form video
  • Punya energi yang tinggi, cocok buat performa live

Kekurangan:

  • Kurang ada melodic progression yang kuat
  • Chorus terlalu repetitif tanpa variasi signifikan
  • Tidak punya lyrical depth-kalau kamu cari makna, tidak ada

Jadi, apakah ini gagal? Tidak juga. Tapi, mimin rasa ini bukan level yang seharusnya dari LE SSERAFIM-grup yang pernah bikin konsep “ANTIFRAGILE” dan “EASY” yang punya vibe kuat dan identitas jelas.

---

Apa Harapan untuk LE SSERAFIM di Masa Depan?

Mimin percaya LE SSERAFIM masih punya potensi besar. Mereka punya vokal, dance, dan stage presence yang luar biasa. Tapi, mereka butuh konsep yang lebih matang, bukan cuma viral for the sake of viral.

Kalau mereka terus pakai formula “catchy tapi tanpa substansi”, risikonya adalah fans akan mulai move on-terutama di era di mana grup-grup baru seperti ILLIT, ARTMS, atau bahkan boyband seperti TWS dan ZEROBASEONE sedang naik daun dengan konsep yang fresh.

Jadi, mimin berharap:

  • LE SSERAFIM kembali ke akar-konsep yang punya message dan artistic vision
  • Produser lebih berani eksperimen, tapi tetap jaga kualitas melodi dan lirik
  • Jangan terlalu fokus pada trend TikTok, tapi buat lagu yang bisa bertahan di playlist

---

Penutup: Seola’s Verdict

“Boompala” bukan lagu buruk. Tapi, bukan juga lagu yang bikin kamu bilang, “Wah, ini masterpiece!”

Ini seperti snack-enak dikunyah sebentar, tapi tidak bikin kenyang. Kamu bisa tari sambil dengerin, tapi besok paginya, kamu lupa lagu itu judulnya apa.

Kalau kamu suka vibe-nya, enjoy aja. Tapi kalau kamu berharap LE SSERAFIM bisa kembali jadi queen of concept, mimin bilang: tunggu album berikutnya. Karena, mimin yakin mereka bisa lebih dari cuma “Boompala”.

Dan hey-kalau kamu mas

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0