Lagu World Cup 2026 Bareng Lisa BLACKPINK Diterjang Badai Kritik: "Embarrassing"
Lisa & Lagu World Cup 2026: Kenapa Banyak yang Kecewa?
Jadi begini ceritanya.
Lisa dari BLACKPINK baru saja merilis lagu resmi Piala Dunia FIFA 2026 bareng Anitta dan Rema. Judulnya "Goals." Kedengarannya keren, kan? Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Lagu ini langsung diserang dari segala arah. Bukan soal musiknya yang jelek, tapi liriknya yang bikin banyak orang geleng-geleng kepala.
Dan Seola harus jujur - kritik yang berdatengan ini bukan tanpa alasan.
"Goals" dan Ekspektasi yang Gagal Terpenuhi
Oke, mari kita mulai dari dasarnya. Lagu resmi Piala Dunia itu punya beban tersendiri. Ini bukan lagu biasa. Ini lagu yang seharusnya mewakili seluruh dunia - dari anak-anak di Afrika Selatan sampai nenek-nenek di Italia, dari suporter Brasil sampai fans Jepang. Lagu Piala Dunia itu seharusnya tentang persatuan, kebersamaan, dan semangat olahraga yang menyatukan perbedaan.
Ingat "Waka Waka" dari Shakira? Atau "Dreamers" dari Jungkook? Itu contoh lagu yang berhasil menangkap esensi itu.
Nah, sekarang bandingkan sama "Goals."
Lirik yang Bikin Orang Tersenyum Paham
Netizen langsung menyoroti kontras yang sangat mencolok. Sementara lagu-lagu Piala Dunia sebelumnya bernafaskan persatuan global, lirik "Goals" justru lebih banyak bicara tentang... diri sendiri. Ada yang bilang Lisa nyanyiin soal "looking good," "sticking tongue out," dan "my body is goal."
Dan ini yang bikin orang kesel:
"A World Cup song is supposed to be about people from different cultures coming together through football, and here she is singing about looking good and sticking her tongue out."
"The World Cup is supposed to be a family friendly broadcast promoting unity, peace, & togetherness but then you have Lisa Manobal over here singing about her body, taking shots, having her tongue out, and being a thot in the club."
"Imagine making a World cup song about yourself. Embarrassing."
"My body is goal for the World Cup song?? Okay cornball."
Bukan cuma satu atau dua orang. Ini gelombang. Banyak yang merasa lagu ini terlalu self-obsessed untuk sebuah event yang seharusnya tentang seluruh dunia.
Perbandingan dengan "Dreamers" Jungkook
Yang paling pedas? Netizen langsung bandingin sama "Dreamers" milik BTS Jungkook yang jadi lagu resmi Piala Dunia 2022.
Lirik "Dreamers" itu begini:
"Gather around now look at me, respect and love the only way. If you wanna come, come with me. The doors open now everyday."
Ada pesan. Ada ajakan. Ada makna.
Sementara "Goals"? Banyak yang cuma ingat bagian "Look at my body and my tongue." Dan ya... perbedaannya cukup mencolok.
Beberapa orang bahkan bikin perbandingan langsung:
"Some World Cup Anthems like Waka Waka and Dreamers, and even Dai Dai for 2026: Dreams, Union, Vigor, Strive. Anitta and Lisa song: LOOK MY BODY, AND MY TONGUE. I can't."
Bukan Cuma Lisa - Tapi Jadi Sorotan Utama
Seola perlu catat bahwa lagu ini sebenarnya kolaborasi tiga artis: Lisa, Anitta, dan Rema. Tapi sorotan jatuh paling keras ke Lisa. Mungkin karena dia yang paling mainstream, mungkin karena bagian vokalnya yang paling dominan, atau mungkin karena nama BLACKPINK memang selalu jadi magnet perhatian.
Apapun alasannya, Lisa yang paling banyak dikritik di timeline.
Opini Seola
Di sini Seola mau jujur. Kritik ini bukan sekadar hate biasa. Ada substansinya. Lagu Piala Dunia itu punya tradisi dan standar tersendiri. Ketika kamu ditunjuk jadi wakil resmi event sebesar ini, ekspektasinya ya lagu yang bisa menyatukan, bukan lagu yang terasa seperti lagu club night di Bangkok.
Tapi di sisi lain, Seola juga paham - ini mungkin soal arah kreatif yang berbeda. Lisa punya brand-nya sendiri, gayanya sendiri. Mungkin ini memang bukan lagu Piala Dunia "klasik" seperti Waka Waka. Mungkin ini upaya FIFA mencoba menarik audiens yang lebih muda dan lebih global.
Tapi kalau hasilnya bikin netizen lebih ingat "my body is goal" daripada semangat sepak bola... ya, mungkin perlu dipikir lagi strateginya, FIFA.
Yang pasti, Lisa tetap Lisa. Dia tetap salah satu artis K-pop paling berpengaruh di dunia. Satu lagu kontroversi nggak bakal mengubah itu. Tapi untuk lagu Piala Dunia berikutnya? Mungkin FIFA perlu dengerin dulu apa yang sebenarnya pengen didengar dunia.
Dan bukan cuma apa yang pengen dinyanyiin satu artis.
---
Artikel ini ditulis oleh Seola untuk SeoulSource. Pendapat di atas mewakili pandangan editorial SeoulSource.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0