Kontroversi "Perfect Crown" Kini Memasuki Tahap Baru: Warga Korea Minta Drama Ini Diturunkan Sepenuhnya

"Perfect Crown" - Petisi Hapus Drama Kini Tembus 20 Ribu Tanda Tangan

May 24, 2026 - 00:02
 0  1
“Perfect Crown” Controversy Escalates As Koreans Now Petition For Its Complete Removal - Photo 1
1 / 4

“Perfect Crown” Controversy Escalates As Koreans Now Petition For Its Complete Removal - Photo 1

Kalau kira-kira kamu lagi nonton drama dan tiba-tiba merasa ada yang "salah" secara budaya, gimana rasanya? Nah, inilah yang dirasankan ribuan penonton Korea terhadap MBC's Perfect Crown. Bukan cuma ngomong di kolom komentar, tapi mereka langsung angkat tangan dan buat petisi resmi di papan petisi Majelis Nasional Korea.

Petisi Resmi: Bukan Cuma Edit, Tapi Hapus Sama Sekali

Pada 22 Mei 2026 (KST), sebuah petisi muncul dengan judul yang cukup tegas: "Permohonan Penangguhan Siaran dan Penghapusan Konten dari Platform Media Akibat Kontroversi Distorsi Sejarah."

Dan ini bukan petisi biasa. Dalam isinya, penulis petisi secara eksplisit mengkritik Perfect Crown karena dianggap meminjam elemen bergaya Tiongkok meskipun latar ceritanya adalah fiksi versi Korea.

Meskipun berlatar fiksi Republik Korea, drama ini secara sembarangan meminjam pakaian, etika, dan kosakata bergaya Tiongkok, jelas melakukan appropriasi budaya dan distorsi sejarah. - Petisi

Penulis petisi juga mengklaim bahwa drama ini "secara serius melanggar sentimen publik" dan "menyebarkan gambaran terdistorsi tentang identitas budaya Republik Korea ke seluruh dunia."

Adegan-Adegan yang Jadi Sorotan

Beberapa adegan spesifik yang disebutkan dalam petisi termasuk:

  • Upacara penobatan Pangeran Lee An, di mana pejabat menggunakan frasa "cheonse"
  • Adegan-adegan yang melibatkan etika minum teh bergaya Tiongkok meskipun latar cerita adalah keluarga kerajaan Korea

Tuntutan yang Melebihi Sekadar Edit

Yang menarik (dan cukup intens), petisi ini tidak berhenti di permintaan edit. Mereka menuntut sesuatu yang jauh lebih radikal:

Di luar suntingan pasca-siaran sederhana dari tim produksi, kami menuntut penangguhan segera siaran drama ini dan penghapusan sepenuhnya dari platform VOD dan OTT. - Petisi

Petisi ini juga meminta langkah-langkah institusional untuk mencegah produksi serupa didistribusikan di masa depan. Dan responsnya? Cepat. Dalam waktu satu hari saja, petisi ini sudah mengumpulkan lebih dari 20.000 tanda tangan.

MBC Sudah Bergerak, Tapi... Belum Cukup

Harus diakui, MBC memang sudah mengambil langkah. Mereka menghapus adegan-adegan kontroversial setelah mendapat sorotan. Sutradara Park Joon Hwa dan penulis naskah Yoo Ji Won juga sudah mengeluarkan permintaan maaf.

Tapi, apakah itu cukup? Jawabannya: tidak.

Permintaan maaf dan penghapusan adegan dianggap belum memadai. Kontroversi ini bahkan memunculkan pertanyaan tentang pendanaan produksi drama yang didukung pemerintah. Perfect Crown sebelumnya terpilih sebagai penerima akhir program pendukung produksi konten khusus OTT dari Korea Creative Content Agency (KOCCA) tahun 2025 dalam kategori drama bentuk panjang.

Seorang pejabat KOCCA mengatakan kepada Newsen bahwa jika drama ini dinilai tidak memenuhi syarat selama evaluasi, dana pendukungannya bisa ditarik kembali. Saat ini, badan tersebut sedang meninjau apakah ada regulasi yang dilanggar, dengan evaluasi yang diperkirakan berlanjut hingga akhir Mei dan awal hingga pertengahan Juni.

Sejarah Berulang: Joseon Exorcist Jadi Preseden

Ini bukan pertama kalinya penghapusan permanen drama Korea dipetisi. Pada tahun 2021, publik Korea berhasil menurunkan SBS's Joseon Exorcist setelah hanya dua episode dengan petisi masif yang mengumpulkan lebih dari 184.000 tanda tangan.

Jadi pertanyaannya sekarang: apakah Perfect Crown akan mengikuti jejak yang sama?

Pendapat Seola

Jujur, ini bukan sekadar soal "salah kostum" atau "salah istilah." Ini tentang bagaimana sebuah produksi berskala besar, yang bahkan didanai oleh institusi pemerintah, bisa melewatkan hal fundamental seperti identitas budaya. Di era di mana konten Korea menjadi soft power utama negara, kesalahan semacam ini bukan cuma memalukan, tapi juga berpotensi merusak persepsi global terhadap budaya Korea.

Apakah petisi ini akan berhasil? Kita lihat saja. Tapi satu hal yang jelas: publik Korea tidak main-main soal integritas budaya mereka. Dan kalau MBC ingin menyelamatkan reputasi, permintaan maaf dan edit adegan mungkin baru permulaan dari perjalanan panjang yang harus mereka tempuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0