From20 Diserang Netizen Sayap Kanan Ekstrem Saat Dukung Ayahnya di Pilkada Gangneung, Balas dengan Sikap Dewasa & Album Baru
from20 dan Ayahnya: Ketika Mendukung Orang Tua Jadi Serangan Politik
[theqoo] IDOL WHO GOT TERRORIZED BY FAR-RIGHT COMMENTERS BECAUSE HE HELPED HIS DAD - Photo 1
Gangneung, 4 Juni 2026 - Industri K-pop seringkali dianggap steril dari politik, tapi from20 (Kim Rae-hwan) baru saja membuktikan sebaliknya. Dalam momen yang jarang terjadi di dunia idol, musisi solo ini terlibat langsung dalam hiruk-pikuk politik lokal-dan harus menelan hate comments yang bikin miris.
Dari Panggung Musik ke Panggung Politik: Ayahnya Jadi Calon Wali Kota
Kisah ini bermula ketika ayah from20, Kim Jung-nam, maju sebagai calon Wali Kota Gangneung dari Partai Demokrat Korea dalam Pilkada 3 Juni lalu. Sebagai putra, from20 tak tinggal diam. Ia turun tangan membantu kampanye, bahkan muncul dalam siaran langsung penghitungan suara-sebuah langkah yang ternyata memicu reaksi toxic dari segelintir netizen.
Hasilnya? From20 dibanjiri komentar bernada kebencian, mulai dari ejekan soal afiliasi politik ayahnya ("How does it feel to have an ebi who's a far-left?"), hingga perintah absurd seperti "Don't post on IG, you should post on TikTok" (seolah-olah Instagram adalah "markas" netizen sayap kiri). Ada pula yang melecehkan dengan kata "ebi" (sebutan kasar untuk "ayah"), atau bahkan menyarankan agar ia "shouldn't be a leftist".
Yang paling ironis? From20 sama sekali tak menyinggung politik dalam konten pribadinya. Ia hanya melakukan apa yang dianggap wajar oleh banyak orang: mendukung ayahnya sebagai anak yang berbakti.
Kemenangan Ayahnya, Hate untuk from20
Pada akhirnya, Partai Demokrat menang di Gangneung-mengakhiri dominasi 30 tahun Partai Konservatif di kota tersebut. Kim Jung-nam resmi terpilih sebagai Wali Kota, dan from20 pun muncul dalam foto kemenangan bersama sang ayah.
Tapi di balik momen bahagia itu, from20 harus menghadapi cyberbullying yang tak kalah pedas. Netizen sayap kanan ekstrem menuduhnya "membawa politik ke dunia K-pop", seolah-olah seorang anak tak boleh mendukung orang tuanya hanya karena afiliasi partai.
Balasan from20: Dewasa, Elegan, dan Tetap Fokus pada Musik
Alih-alih membalas dengan emosi, from20 memilih jalur yang lebih matang. Dalam unggahan Instagram-nya, ia menulis:
"Meskipun banyak dari kalian sudah tahu, ayah saya maju sebagai calon Wali Kota Gangneung dari Partai Demokrat. Sebagai artis, saya selalu berhati-hati agar warna pribadi saya tidak merugikan orang lain. Tapi sebagai anak, saya ingin menjalankan kewajiban saya kepada ayah yang saya cintai. Saya menghormati semua pendapat kalian, dan berharap kita bisa membangun dunia yang indah bersama. Sementara saya di Gangneung, saya akan menjalankan peran sebagai anak, dan akan kembali dengan album penuh kedua pada 26 Juni. Tolong anggap postingan saya selanjutnya sebagai bentuk bakti seorang anak kepada ayahnya."
Ia juga menegaskan bahwa dukungannya tidak ada kaitannya dengan agensi atau rekan satu label, dan mengajak semua orang untuk menggunakan hak pilihnya.
Dalam unggahan lanjutan, from20 mengungkapkan rasa leganya atas kemenangan ayahnya, sekaligus berterima kasih kepada warga Gangneung yang telah mendukung. Ia juga berjanji akan kembali fokus pada musik, dengan kalimat penutup yang on-brand: "After all, a musician must speak through music."
Reaksi Netizen: Antara Dukungan dan Kritik
Tak semua netizen setuju dengan from20. Beberapa pengguna theqoo dan forum online lainnya masih mempertanyakan "netralitas" seorang idol dalam politik. Namun, sebagian besar penggemar dan warganet justru memuji sikapnya yang dewasa.
Komentar-komentar positif bermunculan:
- "Selamat! Semoga ayahnya sukses membangun Gangneung."
- "Dia ganteng, tapi sekarang aku harus dengerin musiknya juga."
- "Tulisannya bagus banget, bikin aku penasaran sama penampilannya."
- "Gangneung kok bisa menang Demokrat ya? Tapi seneng sih Kim Jin-tae (calon konservatif) kalah."
Ada pula yang terkejut dengan hasil pemilu, mengingat Gangneung dikenal sebagai basis konservatif. "Is it because there's been an influx of young people in Gangneung?" tulis salah satu netizen, mengaitkan kemenangan Partai Demokrat dengan pergeseran demografi.
Politik, K-Pop, dan Batasan yang Kabur
Kasus from20 ini memunculkan pertanyaan menarik: sejauh mana seorang idol boleh terlibat dalam politik? Di Korea Selatan, di mana industri hiburan sangat diatur oleh agensi, jarang sekali ada artis yang secara terbuka mendukung partai tertentu-apalagi jika itu menyangkut keluarga.
Namun, from20 membuktikan bahwa batasan itu bisa dilewati dengan cara yang elegan. Ia tak menggunakan platformnya untuk kampanye politik, melainkan sekadar berbagi momen pribadi sebagai anak yang mendukung orang tuanya. Dan meski harus menghadapi hate, ia tetap memilih untuk merespons dengan kedewasaan.
Album Baru dan Janji untuk Kembali ke Musik
Setelah hiruk-pikuk politik mereda, from20 kini bersiap untuk kembali ke jalurnya sebagai musisi. Album penuh keduanya, yang dijadwalkan rilis pada 26 Juni 2026, diharapkan menjadi comeback yang kuat-terutama setelah ia menunjukkan sisi lain dari dirinya sebagai sosok yang tangguh di luar panggung.
Bagi penggemar, ini mungkin jadi momen untuk lebih mengapresiasi karya-karyanya. Bagi industri, kasus from20 menjadi pengingat bahwa idol juga manusia biasa-dengan keluarga, prinsip, dan hak untuk bersuara, meski harus dibayar dengan hate.
---
Seola’s Take:
Mimin akui, from20 menangani situasi ini dengan class. Di tengah cancel culture dan hate yang mudah sekali meledak, ia memilih untuk tetap tenang, fokus pada tujuannya, dan tidak terpancing emosi. Dan yang paling penting: ia tidak melibatkan agensi atau rekan satu label dalam urusan pribadinya. Sebuah contoh bagaimana seorang artis bisa tetap profesional, meski berada di tengah badai.
Yang pasti, mimin bakal stream album barunya nanti. Bukan cuma karena musiknya, tapi juga untuk mendukung sikapnya yang on point. Kudos, from20.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0