CORTIS Jadi Sorotan Netizen: "Gak Perlu Pakai Makeup Aneh, Musiknya Bikin Cowok Suka"
Netizen Baper: "Kalo Jadi Cowok, CORTIS Bikin Cemburu"
Seoul, 4 Juni 2026 – CORTIS, boygroup under BIGHIT MUSIC yang baru debut tahun lalu, lagi-lagi jadi bahan perbincangan netizen. Kali ini, bukan karena comeback atau skandal, tapi karena vibe mereka yang dianggap "berbeda" dari kebanyakan idol.
Sebuah thread di forum enter-talk berjudul "IF I WAS A MALE IDOL, I'D BE JEALOUS OF CORTIS" viral dengan 70+ upvotes. Isinya? Netizen-terutama para cowok-ngaku iri sama privilege CORTIS yang dianggap lebih "bebas" dibanding idol lain.
---
Kenapa CORTIS Jadi Bahan Iri?
Thread tersebut dibuka dengan kalimat yang langsung to the point:
"I don't know about anything else, but just the fact that he doesn't have to wear that weird makeup and do shtacn concepts, I'd already be jealous of that."
Netizen seolah mewakili suara banyak cowok yang mungkin trauma membayangkan diri mereka harus memakai blush tebal, eyeliner mencolok, atau konsep aegyo yang cringe di panggung. CORTIS, dengan image yang lebih natural dan masculine, jadi outlier di tengah industri yang masih didominasi konsep flower boy atau girl crush.
Salah satu komentar yang dapat 22 upvotes menambahkan:
"Their music tooㅋㅋ If I was a man, that's the type of music I'd want to makeㅋㅋ Especially REDRED this time, I feel like men can't help but like the beatㅋㅋㅋ Seeing how men in their 20s who don't know anything about idols are also listening to itㅇㅇ"
REDRED, salah satu lagu CORTIS dari album terakhir mereka, memang jadi hit di kalangan pendengar casual-termasuk cowok-cowok yang biasanya allergic sama K-pop. Beat-nya yang groovy dan lirik yang straightforward bikin lagu ini easy to digest, bahkan buat yang gak stan idol.
---
"Lebih Bebas, Kurang Drama" – Netizen Bandingkan CORTIS dengan Idol Lain
Netizen lain ikut nimbrung, membandingkan CORTIS dengan idol-idol lain yang masih terjebak dalam image tertentu:
"Comparatively, they look more free. I feel like they have less of that reality check."
Maksudnya? CORTIS dianggap lebih authentic dan gak forced buat main peran sebagai "pacar ideal" atau "adik imut" di depan fans. Mereka lebih sering terlihat chill, sporty, atau bahkan goofy di konten-konten mereka-sesuatu yang jarang banget dilihat di grup lain yang masih stuck di aesthetic tertentu.
Tapi, tentu saja, gak semua netizen setuju. Ada yang counter dengan argumen:
"Idols are all just disgusting pseudo-romance peddlers, and to some extent, they all have shota stuff tooㅋㅋ No matter how much a group claims not to have that kind of concept, when you see their fan meetings, it's all the sameㅋㅋㅋㅋㅋ They have to play the 'boyfriend' role, calling those disgusting fangirls 'noona' over and over."
Komentar ini langsung trigger perdebatan soal fan service dan image idol. Beberapa netizen setuju bahwa industri K-pop memang toxic dalam hal ekspektasi fans, tapi ada juga yang membela bahwa CORTIS setidaknya less problematic dibanding grup lain.
---
CORTIS: Outlier di Industri K-Pop?
Dari debut mereka di 2025 dengan "What You Want", CORTIS memang udah stand out. Musik mereka lebih hip-hop dan R&B-influenced, jauh dari bubblegum pop yang masih mendominasi charts. Konsep visual mereka juga lebih minimalist-makeup tipis, outfit yang streetwear-heavy, dan stage presence yang lebih raw.
Bahkan, salah satu member, James, pernah jokingly bilang di V Live:
"Kami gak bisa aegyo. Maaf, Coer. Kami cuma bisa rap dan dance dengan swag."
Statement sederhana itu malah bikin fans (yang biasa dipanggil Coer) makin love mereka. Gak ada forced aegyo, gak ada over-the-top fan service-hanya music dan performance yang solid.
---
Reaksi Seola: CORTIS Bukan Savior, Tapi Fresh Air
Seola gak akan overhype CORTIS sebagai "penyelamat industri K-pop" atau apalah. Tapi, gak bisa dipungkiri, mereka bawa fresh air di tengah formula yang mulai stale.
Industri K-pop emang udah lama dikritik karena over-sexualization, toxic fan culture, dan pressure buat idol buat jadi "sempurna". CORTIS, dengan approach mereka yang lebih laid-back dan music-first, jadi breath of fresh air-terutama buat pendengar yang fatigue sama konsep-konsep overproduced.
Tapi, Seola juga harus remind: CORTIS bukan grup pertama yang rebel dari norma K-pop. Sebelum mereka, ada BTS yang break stereotype "idol harus imut", ada Stray Kids yang push boundaries dengan musik raw, dan ada ATEEZ yang experiment dengan konsep dark dan theatrical.
CORTIS cuma add ke diversity industri-dan itu good thing.
---
Penutup: Apakah CORTIS Akan Jadi Trendsetter?
Sampai sekarang, CORTIS masih niche-belum mainstream seperti BTS atau SEVENTEEN, tapi udah punya cult following yang loyal. Pertanyaannya: apakah mereka bisa influence grup-grup lain buat loosen up dan lebih authentic?
Seola rasa, itu tergantung agensi dan market demand. Selama fans masih crave aegyo dan flower boy aesthetic, industri gak akan berubah overnight. Tapi, setidaknya, CORTIS udah prove bahwa ada space buat grup yang lebih natural dan music-driven.
Dan buat para cowok yang jealous sama CORTIS? Mungkin ini saatnya audition di BIGHIT MUSIC. Siapa tahu, kalian jadi next big thing-tanpa harus pakai blush tebal. 😏
---
#CORTIS #BIGHITMUSIC #Kpop #Boygroup #Coer #KpopNews
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0