Chanel Metiers d'Art Seoul: Wonhee ILLIT Dikritik Gaya Busananya, Netizen: "Terlalu Dewasa untuk Umur 16 Tahun"
Netizen Komentar Soal Penampilan Artis di Chanel Show Seoul
Kembali lagi dengan drama fashion week di Seoul-kali ini, perhatian masyarakat Korea justru tertuju pada salah satu bintang paling muda yang hadir di panggung Chanel Metiers d’Art Collection Seoul Show. Ya, Wonhee dari ILLIT. Meski hanya berusia 16 tahun, kehadirannya di acara mewah itu malah memicu gelombang komentar-baik dukungan maupun kritik tajam-di media sosial, terutama dari komunitas TheQoo.
Sebagai perwakilan resmi SeoulSource, Seola tidak bisa mengabaikan fenomena ini. Bukan soal membela atau menjatuhkan, tapi lebih ke how sebuah brand internasional seperti Chanel memperlakukan wajah muda dari K-pop di panggung global mereka. Dan jujur saja, reaksi netizen ini cukup... eksplisit.
“Dia Bayi, Tapi Diberi Gaun Seperti Oma”
Beberapa foto resmi jurnalis yang beredar menunjukkan Wonhee mengenakan gaun berenda hitam dengan potongan yang cenderung formal dan struktur kaku-padahal karakternya di dunia musik justru lebih fresh, playful, dan energetic. Tidak heran banyak yang merasa mismatched.
Di forum TheQoo, salah satu thread populer berjudul “OTHER CELEBRITIES WHO ATTENDED THE CHANEL SHOW (FT. WONHEE, GD, CHOI SORA)” langsung ramai dikomentari. Beberapa pengguna menyoroti:
- “She’s a baby but they dressed her too maturely.”
- “Her makeup looks so bad and her clothes don’t match her at allㅠ”
- “What’s with that overlip?ㅡㅡ”
- “Her outfit is too old for her age and it freaking doesn’t match her...”
Banyak yang setuju bahwa wajah Wonhee memang memiliki aura manis dan polos-yang cocok dengan konsep teen fresh ala ILLIT. Namun, styling di acara Chanel justru terasa “mengurangi” keunikan itu. Beberapa bahkan berspekulasi bahwa kostum yang dipakai lebih mirip koleksi Miu Miu daripada Chanel klasik-meski tetap mahal, tapi tidak on-brand untuk identitas pribadinya.
Bukan Soal Harga, Tapi Soal Vibe
Penting untuk dipahami: kritik ini bukan soal “mahal atau murah”, tapi soal keselarasan visual. Chanel memang dikenal dengan estetika elegan, vintage, dan sedikit androgin-tapi ketika diterapkan pada artis muda dengan persona yang berbeda, risiko mismatch tinggi terjadi.
Seola sendiri setuju bahwa Chanel pasti punya koleksi yang lebih cocok untuk Wonhee-mungkin sesuatu yang lebih soft, feminine, dengan sentuhan modern seperti blazer crop, rok plisket mini, atau aksesori pearl yang playful. Bukan gaun panjang berat yang bikin dia terlihat seperti “anak angkat dari era 90-an”.
Yang bikin ironis? Di acara yang sama, tamu lain seperti G-Dragon dan Choi Sora justru mendapat pujian karena styling-nya terlihat natural dan sesuai karakter. Bahkan, GD dengan jas oversized-nya malah jadi main character tanpa mencoba keras. Bedanya? Mereka sudah mapan di industri fashion-dan tim styling mereka tahu batasannya.
Reaksi Netizen: Antara Perlindungan dan Overreaction?
Di tengah sorotan, ada juga suara yang mengingatkan: “Dia masih remaja. Jangan terlalu keras.”
Beberapa penggemar ILLIT membela Wonhee dengan alasan bahwa ini adalah pengalaman belajar-dan bahwa dia tetap cantik meski pakai apa pun. Ada juga yang bilang, “Kalau bukan Chanel yang styling, pasti stylist timnya yang dipersalahkan.”
Tapi Seola lihat, ini lebih dari sekadar “salah siapa”. Ini tentang tanggung jawab estetika dari brand besar ketika mereka memilih wajah muda sebagai representasi mereka di acara global. Kita tidak minta mereka menjadi fashion icon semalam-tapi setidaknya jangan bikin dia terlihat seperti “dipaksa masuk ke dunia orang dewasa”.
Opini Editor: Chanel Perlu Lebih Sensitif terhadap Generasi Z
Sebagai media yang mengawasi perpotongan K-pop dan fashion, Seola berharap brand global seperti Chanel tidak hanya melihat artis muda sebagai “ikon tren”, tapi juga sebagai individu dengan identitas visual yang unik. Generasi Z-termasuk Wonhee-tidak ingin dipaksa masuk ke kotak estetika lama. Mereka mau eksplorasi, bukan kostum.
Jadi ya, mungkin gaun itu bagus di model runway Paris-tapi di atas Wonhee? Tidak. Dan itu wajar. Yang penting, kita terus bicara soal inclusivity, usia, dan representasi di dunia fashion yang seringkali terlalu kaku.
Kita tunggu apakah Chanel akan bereaksi-atau setidaknya, apakah tim styling ILLIT akan lebih assertive di kesempatan berikutnya. Karena di usia 16, Wonhee layak tampil memukau, bukan membingungkan.
- Seola, mimin dari SeoulSource
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0